Unknown

Braja Parama Nusantara is a trading company that sells various kinds of organic coffee products especially high quality green beans from Indonesia with the best price. Our head office is in Bogor, West Java. Indonesia is one of the largest coffee producer in the world. Today, more than 90% of Indonesia’s coffee is grown by smallholders on farms averaging one hectare or less. Most of the production is organic. We work directly with coffee farmers to sell coffee beans they produce. Currently, we sell green coffee beans as follows:
1. Gayo Arabica
2. Mandheling Arabica
3. Lintong Arabica
4. Toraja Arabica
5. Lampung Robusta
6. Luwak Arabica
7. Luwak Robusta

Coffee from Sumatra, such as Gayo and Lampung, are known for smooth, sweet body that is balanced and intense. Occasionally, Sumatran coffees can show greater acidity, which balances the body. Gayo Mountain coffee is grown on the hillsides surrounding the town of Takegon and Lake Tawar, at the northern tip of Sumatra, in the region of Aceh. The altitude in the production area averages between 1,110 and 1,300 meters. Coffee from Sumbawa is known for sweet chocolate, floral and woody notes.

All coffee is picked by hand. After harvest, the coffee is processed in a variety of ways, each imparting its own flavors and aromas to the final product. The most unusual form of coffee processing in Indonesia is Kopi Luwak. The Asian Palm Civets eat ripe coffee cherries and their digestive process removes the outer layers of the fruit. The remaining coffee beans are collected and washed. This results in a smooth, mild cup, with a sweet aftertaste. Kopi Luwak is very rare, and can retail for more than $600 per kilogram.

We open the opportunity to negotiate the price. So the agreed price satisfactory to both parties. We hope our cooperation can make your company more successful.

Contact us : brajaparamanusantara@gmail.com
Unknown

Arabica Organic Kopi Luwak From Gayo, Aceh

Green Beans
  • Moisture Content : 12%
  • Cultivation Type : Organic
  • Bean Size : 7.5 mm
  • Live Insect : Negative
  • Foreign Matter : Negative
  • Total Defect : ± 0,5%
  • Maximum Order : 100 kilogram
  • Packaging : Gunny Bags
  • Price (EXW): USD 155/Kilogram
  • Contact Us: brajaparamanusantara@gmail.com



Unknown

Robusta Organic Kopi Luwak From Sumatera

Green Bean
  • Cultivation Type : Organic
  • Bean Size : 8.8 mm
  • Live Insect : Negative
  • Total Defect : ± 50 %
  • Foreign Matter : Negative
  • Maximum order : 150 kilograms (optional)
  • Price (EXW): USD 65/Kilogram
    Contact Us: brajaparamanusantara@gmail.com









Unknown

   The distance between the coffee plantations on the slopes of the mountain with a peasant's house is approximately 2 hours by foot. Therefore, the farmers usually often stay on the farm, especially during harvest. State Electricity Company has not been able to reach the Karang Tengah village. Even so, the villagers can harness the river flow to be converted into electric power.

Unknown


Kopi Mentari Pagi comes from the traditional coffee plantations at an altitude of ± 500 meter above sea level at Gunung Pancar, exactly in the village of Karang Tengah, Babakan Madang district, Bogor, West Java. Gunung Pancar has a tropical climate type B (wet) with an average rainfall is 3000-4500 mm/year. Number of rainy days per year ranged between 150-250 days. The average temperature is 24°C at night and 33°C during the day. The average humidity is 58-82%.



   

Unknown

   Kopi Mentari Pagi is a brand of robusta ground coffee from Indonesia which packaged in 100 gram packaging, using 100% pure coffee beans from traditional coffee plantations in West Java. This coffee is processed with the traditional ways of Indonesian culture, so that Kopi Mentari Pagi has which tantalizing aroma and great taste that is different from other coffee on the market.
Unknown

TEPAT pukul 08.30 buka gending berupa pukulan kendang/beduk berbunyi. Lalu gending Monggang dari gamelan Kiai Guntur Laut pun mulai mengalun. Iramanya kedengaran seperti meratap, menyayat sepi. Tanpa didahului pidato atau pengumuman sepatah kata pun, 14 prajurit Kopassus yang berbaret merah, berseragam loreng, pelan-pelan mengangkat jenazah Sultan Hamengku Buwono IX, yang sejak Jumat, sehari sebelumnya, disemayamkan di Bangsal Kencono Keraton Yogyakarta yang berkarpet merah itu. Payung kuning, yang semula dipasang di dekat peti jenazah pun dicabut, mengikuti prosesi. Lebih dari empat ribu pelayat yang hadir berdiri. Peti yang sewaktu tiba dari Jakarta ditutupi bendera merah putih itu kini telah diselimuti kain satin putih. Roncean kembang melati menghiasi peti tersebut. Bau wangi kembang dan dupa menyerbak ke segala penjuru. Gending Monggang terus mengaduh, dibunyikan oleh sepuluh penabuh,
Unknown
Kesederhanaan Hamengkubuwono IX
Kaos kaki berlubang. Tiga kata itu mungkin menjadi kunci cerminan bahwa almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah sosok yang sangat humanis dan penuh kesederhanaan. 
Seorang sekelas Sri Sultan HB IX, yang panggilan kecilnya Dorojatun, dengan gelar saat itu sebagai Raja Yogyakarta sekaligus Gubernur Provinsi DIY tidak malu menggunakan kaos kaki berlubang dan longgar.
"Kesederhanaannya tercermin saat beliau menonton sepakbola seorang wartawan melihat di kaki beliau terpasang kaos kaki berlubang dan longgar. Sampai-sampai untuk menahan melorotnya kaos kaki digunakan gelang karet untuk mengikatnya," kata Sri Sultan IX dalam orasinya yang disambut tepuk tangan kagum dengan cerita itu.
Keponakan almarhum Sri Sultan HB IX, KRM Maswito, anak dari GMRT Karto atau GBPH Prabuningrat yang menjadi pendamping Sri Sultan HB IX, membenarkan soal cerita kaos kaki berlubang dan longgar yang sering digunakan almarhum. "Hidup sederhana benar. Seperti yang tadi dikemukakan Pak Sultan seperti itu tidak pernah berhias, sampai beliau memakai kaos kakinya longgar ada yang punya dokumen bahwa kaos kakinya bolong, ada lubang. Itu dilihat saat beliau menyaksikan pertandingan bola di lapangan Mandala Kridosono waktu itu," kisah Maswito.

Unknown

"Setiap yang sederhana itu indah tetapi tidak semua yang indah itu sederhana”
“Sederhana bukan berarti tidak bahagia”
Dua kata bijak di atas agaknya cukup menggambarkan tentang kebahagiaan yang selalu akrab dengan kesederhanaan. 
Bagaimana Tidak dengan kesederhanaan kita mampu melepaskan beban yang tidak perlu kita tanggung dalam hidup kita. 
Unknown
Tidak ada definisi yang tegas dan pasti akan makna hidup sederhana . Namun seseorang dapat dianggap berperilaku hidup sederhana apabila tidak terjebak dalam pola hidup konsumerisme yaitu suatu gaya hidup yang menganggap bahwa kebahagiaan personal hanya dapat dicapai dengan cara mengkonsumsi, membeli dan memiliki apapun yang diinginkan melebihi batas kebutuhan dasar.Sebenarnya hidup sederhana berarti membebaskan segala ikatan yang tidak di perlukan. Berbeda dengan kemiskinan, kesederhanaan merupakan suatu pilahan, keputusan untuk menjalani hidup yang berfokus pada apa yang benar-benar berarti. Betapa banyaknya orang di jaman kini yang terlalu memaksakan diri untuk memiliki hal yang sebenarnya tidak ia perlukan, kejadian yang banyak timbul di masyarakat misalnya seorang buruh pabrik dengan penghasilan 1juta rupiah sebulan memaksakan diri untuk membeli sebuah handphone seharga 2 atau 3 kali gajinya,
Unknown

Penggagas Serangan OEMOEM 1 Maret

Setelah penangkapan Belanda terhadap pemimpin-pemimpin Republik Indonesia, PBB mengalami kegemparan. Nehru, Perdana Menteri India menuding Belanda sudah melakukan perbuatan biadab tak tahu malu. Kemarahan Nehru ini didukung oleh anggota-anggota PBB lainnya. Yang paling galak adalah Australia, Australia meminta Belanda mematuhi etika hukum Internasional karena sudah berulang kali Belanda berunding denganpihak Indonesia baik melalui pihak ketiga atau Komisi Tiga Negara danKomite Jasa Baik dengan begitu Belanda mengakui eksistensi negara RI,sementara penyerbuan kemarin itu dinyatakan Belanda sebagai aksi Polisionil
Unknown

"Saya memang berpendidikan barat tapi pertama-tama saya tetap orang Jawa”

Dilahirkan di nDalem Pakuningratan kampung Sompilan Ngasem pada hari Sabtu Paing tanggal 12 April 1912 atau menurut tarikh Jawa Islam pada tanggal Rabingulakir tahun Jimakir 1842 dengan nama Dorodjatun. Ayahnya adalah Gusti Pangeran Haryo Puruboyo, yang kemudian hari ketika Dorodjatun berusia 3 tahun Beliau diangkat menjadi putera mahkota (calon raja) dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengku Negara Sudibya Raja Putera Narendra ing Mataram.

Sedangkan ibunya bernama Raden Ajeng Kustilah, puteri Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Raden Ayu Adipati Anom.

Unknown


Bagaimana mungkin kita bernegara
bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya
bagaimana mungkin kita berbangsa
bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ?
Itulah sebabnya
Unknown



Douglas Mac Arthur

Tuhanku,
jadikanlah anakku sebagai seorang
yang cukup mengetahui kelemahan dirinya
berani menghadapi kala ia takut
tegar dan tidak terpuruk
dalam kekalahan yang tulus
rendah hati dan penyantun dalam kemenangan
Tuhanku,
jadikanlah anakku
seorang yang tahu akan adanya Engkau
dan mengenal diriMu sebagai dasar segala pengetahuan
Tuhanku,
bimbinglah ia
bukan di jalan yang lapang dan mudah
tetapi di jalan yang penuh desakan, tantangan, dan kesukaran
ajarilah ia, agar ia sanggup berdiri teguh di tengah badai
dan belajar mengasihi mereka yang tak berhasil
Tuhanku,
jadikanlah anakku orang yang berhati lembut
Unknown
Ini adalah surat yang dahulu kami kirimkan kepada beberpa sahabat kami di masa awal lahirnya KOPI MENTARI PAGI. Entah mengapa kami teringat kembali dan semoga semua menjadi hangat dan lebih bersahabat sehangat KOPI MENTARI PAGI.

Salam Hangat Sehangat Kopi Mentari Pagi..... :)



Unknown

Kopi arabica adalah jenis kopi yang menguasai 70 persen pasar dunia. Dibanding Robusta, kopi jenis ini memiliki lebih sedikit kadar kafein. Ciri-ciri kopi arabica, antara lain, rasanya lebih halus, kental di mulut, dan memiliki aroma sedap mirip percampuran bunga dan buah.

Kopi robusta sejauh ini menguasai 30 persen pasar dunia dan kebanyakan berada di luar tanah Kolombia, seperti Indonesia dan Filipina. Ciri-ciri kopi jenis ini teksturnya kasar, baunya khas dan manis, dan rasanya lebih seperti cokelat.

Kopi liberica adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini dapat tumbuh setinggi sembilan meter dari tanah. Pada abad ke-19, jenis kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi arabica yang terserang oleh hama penyakit.

Kopi ekselsa termasuk jenis kopi yang sangat jarang ditemui karena populasinya yang memang sangat terbatas. Kopi ekselsa mulai dikenal sejak  1904. Di Indonesia, kopi jenis ini banyak terdapat di Provinsi Jambi. Kurang lebih sudah 50 tahun penduduk lokal membudidayakan kopi jenis ekselsa.

Nyete’ adalah konsep berbeda dalam menikmati kopi yang banyak dilakukan di daerah Jawa. Ampas kopi yang tersisa akan digunakan untuk membatik atau melukis di batangan rokok sehingga ketika dihisap rasa rokok tersebut akan mirip seperti kopi.

Kopi joss adalah jenis minuman kopi yang banyak ditemui di angkringan Yogyakarta. Kopi joss adalah kopi tubruk panas yang diberi arang membara. Begitu diberi arang maka kopi akan mengeluarkan suara josss yang kencang sehingga terciptalah nama kopi itu.
Kalau kita mau menikmati kopi yang sebenarnya, minumlah kopi hitam. Campuran es, susu, dan gula, seperti yang disajikan ice blended membuat cita rasa dasar kopi banyak berubah.
(Sumber: Repubika.co.id)
Unknown

KOPI dipilih banyak orang sebagai “teman” terbaik mereka. Dengan berbagai varian cita rasa yang ada, kehangatan kopi nikmat siap menjalar ke seluruh tubuh Anda.
Semua orang punya cara tersendiri dalam menikmati kopi, apalagi kopi dibuat berbeda di setiap negara. Mulai dari kopi hitam hingga kopi susu, peminatnya ada masing-masing.
Kini, olahan kopi semakin berkembang dengan semakin banyak variasi demi memuaskan selera konsumen. Begitu banyak jenis kopi yang dijajakan, berikut beberapa yang digandrungi masyarakat di seluruh dunia, seperti dilansir Times of India, Rabu (4/1/2012).
Unknown

Cara ini kami temukan di internet setelah kami eksperimenkan ternyata rasanya OK banget.
Bahan Cara Membuat Kopi Rempah Madu :
Unknown
Halo sobat kental KOPI MENTARI PAGI....Ternyata bukan cuma artis dangdut atau artis pop ibu kota yang suka membikin kontroversi, dalam sejarahnya kopi sebagai sebuah minuman pun pernah amat sangat kontroversial. Tentu saja manusia lah yang membuatnya menjadi begitu. Karena apapun itu aku rasa kita telah menyepakati bahwa kopi adalah minuman yang sangat-sangat nikmat bukan?
Berikut ini beberapa catatan jaman baheula mengenai kontroversi minuman yang nikmat ini
Unknown

Melihat foto di atas kita mungkin ingat sosok manusia besar yang pernah bergerilya dalam keadaan sakit dan ditandu? Ya dialah panglima besar Jenderal Soedirman. Seorang tentara pejuang, ksatria sejati cerdik dalam taktis dan bersahaja dalam hidup yang pernah dianugerahkan tuhan untuk bangsa ini, Akan tetapi pernahkah buku-buku sejarah kita menampilkan sisi lain dari perang Gerilya yang dilakukan oleh rakyat dibawah pimpinan Sang Jenderal? berikut ini kisah para pemanggul tandu jendral Sudirman yang jasanya dalam membela kemerdekaan dan kehormatan bangsa tidak bisa dibilang kecil.