Penggagas Serangan OEMOEM 1 Maret
Setelah penangkapan Belanda terhadap pemimpin-pemimpin Republik Indonesia, PBB mengalami kegemparan. Nehru, Perdana Menteri India menuding Belanda sudah melakukan perbuatan biadab tak tahu malu. Kemarahan Nehru ini didukung oleh anggota-anggota PBB lainnya. Yang paling galak adalah Australia, Australia meminta Belanda mematuhi etika hukum Internasional karena sudah berulang kali Belanda berunding denganpihak Indonesia baik melalui pihak ketiga atau Komisi Tiga Negara danKomite Jasa Baik dengan begitu Belanda mengakui eksistensi negara RI,sementara penyerbuan kemarin itu dinyatakan Belanda sebagai aksi Polisionil
Kembali ke Jawa: Masa Pendudukan Jepang
Pada tanggal 3 Februari 1942, Hatta dan Sjahrir dibawa ke Sukabumi. Tanggal 9 Maret 1942, pemerintah Hindia belanda menyerah kepada Jepang dan tanggal 22 Maret 1942, Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Di masa pendudukan Jepang, Hatta diminta untuk bekerja sama sebagai penasehat. Hatta mengatakan tentang cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka dan ia bertanya, apakah Jepang akan menjajah Indonesia? Kepala pemerintahan harian sementara, mayor Jenderal Harada menjawab bahwa Jepang tidak akan menjajah. Namun Hatta mengetahui bahwa kemerdekaan Indonesia dalam pemahaman Jepang berbeda dengan pengertiannya sendiri. Pengakuan Indonesia merdeka oleh Jepang perlu bagi Hatta sebagai senjata terhadap sekutu kelak. Bila Jepang yang fasis itu mau mengakui, apakah sekutu yang demokratis tidak akan mau? Karena itulah maka Jepang selalu didesaknya untuk memberi pengakuan tersebut, yang baru diperoleh pada bulan September 1944.